Ketika Mata SePeLe Hampir Merusak Momen yang Sudah Lama Dinantikan

04.09 Ivonie 0 Comments

 


Ada satu kebiasaan saya yang sepertinya sudah sangat dikenal oleh keluarga: nonton drama China sampai lupa waktu.

Awalnya cuma ingin menonton satu episode sambil beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaan rumah. Tapi satu episode hampir selalu berubah menjadi dua, tiga, bahkan lebih. Apalagi kalau ceritanya sedang seru dan tokoh utamanya baru saja menghadapi konflik yang bikin penasaran.

“Sudah malam, besok lanjut lagi,” kata suami saya.

“Iya, ini terakhir.”

Padahal, setelah itu saya masih sering menekan tombol next episode.

Buat saya, menonton drama China bukan sekadar hiburan. Itu salah satu cara untuk menikmati waktu sendiri di tengah kesibukan sehari-hari. Namun belakangan saya sadar, ada satu hal yang sering saya abaikan: mata.

Dan saya baru benar-benar menyadarinya ketika sebuah momen yang sudah lama saya nantikan hampir terganggu gara-gara mata kering.

Momen yang Sudah Lama Dinantikan

Beberapa waktu lalu, keluarga kami akhirnya punya kesempatan untuk menikmati waktu bersama setelah cukup lama masing-masing sibuk dengan aktivitas.

Tidak perlu liburan jauh atau pergi ke tempat mewah. Bisa berkumpul, ngobrol santai, makan bersama, dan menikmati waktu tanpa terburu-buru saja sudah menjadi sesuatu yang saya nantikan.

Saya sudah membayangkan momen itu sejak beberapa hari sebelumnya.

Tapi ada satu kebiasaan yang ternyata kurang mendukung persiapan saya: maraton drama China sampai larut malam.

Malam sebelum momen tersebut, saya kembali menonton drama favorit. Niat awalnya hanya satu episode sebelum tidur.

Ternyata ceritanya sedang seru-serunya.

Saya terus menatap layar ponsel untuk mengikuti dialog dan membaca subtitle. Tanpa sadar waktu sudah semakin malam.

Di situlah saya mulai merasakan sesuatu yang sebelumnya sering saya abaikan.

Mata terasa SePeLe.

Bukan sakit yang langsung membuat saya berhenti beraktivitas. Hanya terasa sedikit perih, kering, dan lelah.

Karena terasa ringan, saya menganggapnya sepele.

Saya pikir, “Ah, paling besok juga hilang.”

Ternyata saya salah.

Mata SePeLe yang Mulai Mengganggu




Keesokan harinya, ketika momen kebersamaan yang sudah saya nantikan akhirnya tiba, mata saya masih terasa kurang nyaman.

Sesekali terasa seperti ada sesuatu yang mengganjal. Mata juga terasa lebih cepat lelah ketika melihat layar ponsel.

Saya baru menyadari bahwa SePeLe bukan sekadar permainan kata.

Sepet.

Perih.

Lelah.

Tiga gejala yang mungkin terdengar sederhana, tetapi kalau muncul di waktu yang tidak tepat ternyata cukup mengganggu.

Saya jadi tidak sebebas biasanya menikmati momen bersama keluarga. Ketika ingin mengabadikan foto atau melihat sesuatu melalui ponsel, mata terasa kurang nyaman. Bahkan ketika sedang ngobrol pun saya beberapa kali ingin memejamkan mata sebentar.

Padahal, bukankah seharusnya saya menikmati momen tersebut?

Saat itu saya berpikir, mungkin selama ini saya terlalu menganggap remeh keluhan mata karena terasa ringan.

Padahal, kalau dibiarkan, rasa tidak nyaman tersebut bisa mengganggu aktivitas yang sebenarnya jauh lebih penting.

Dari Drama China, Saya Belajar Lebih Peduli pada Mata






Setelah kejadian itu, saya mulai lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari.

Saya menyadari bahwa terlalu lama menatap layar membuat saya sering lupa berkedip. Apalagi kalau sedang mengikuti adegan drama yang menegangkan.

Subtitle harus dibaca.

Ekspresi pemain harus diperhatikan.

Jalan cerita tidak boleh terlewat.

Akhirnya mata yang bekerja keras, tetapi yang mendapat perhatian justru hanya jalan ceritanya.

Sekarang saya mencoba lebih disiplin.

Kalau sudah cukup lama menatap layar, saya berusaha berhenti sejenak dan mengalihkan pandangan ke objek yang lebih jauh. Saya juga berusaha lebih sering berkedip dan tidak memaksakan diri terus menatap layar ketika mata mulai terasa tidak nyaman.

Pencahayaan ruangan juga saya perhatikan agar tidak terlalu gelap ketika menggunakan ponsel.

Dan yang tidak kalah penting, saya mulai menyediakan tetes mata untuk membantu ketika mata terasa kering.

Kenalan dengan Insto Dry Eyes




Saya kemudian menemukan INSTO DRY EYES.

Awalnya saya mengenalnya dari informasi produk yang saya lihat, kemudian saya memutuskan untuk mencobanya sendiri.

Bagi saya, salah satu hal yang penting dari produk seperti ini adalah praktis digunakan ketika mata mulai terasa kering.

Saat gejala mata kering mulai terasa, saya menggunakan Insto Dry Eyes sesuai petunjuk penggunaan pada kemasan. Sensasi mata yang sebelumnya terasa kering dan kurang nyaman terasa lebih terbantu setelah menggunakannya.

Dari pengalaman tersebut, saya jadi punya kebiasaan baru: tidak menunggu mata terasa sangat tidak nyaman baru kemudian peduli.

Bukan berarti setelah punya tetes mata saya bisa bebas menatap layar berjam-jam. Justru sebaliknya.

Saya menganggap INSTO DRY EYES sebagai salah satu bagian dari cara saya menjaga kenyamanan mata, sambil tetap memperbaiki kebiasaan menggunakan gadget.

Karena menurut saya, menjaga mata bukan hanya tentang menggunakan produk ketika gejala muncul, tetapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan mata setiap hari.

Kalau Mata Mulai SePeLe, Jangan Tunggu Sampai Mengganggu

Dari pengalaman sederhana ini, saya belajar satu hal: jangan terlalu cepat menganggap keluhan mata sebagai sesuatu yang sepele.

Mata SePeLe—Sepet, Perih, dan Lelah—memang mungkin terdengar seperti gejala ringan.

Tapi saya sudah merasakan sendiri bagaimana rasa tidak nyaman tersebut bisa mengganggu momen yang seharusnya menyenangkan.

Karena itu, sekarang saya punya beberapa kebiasaan sederhana ketika banyak beraktivitas di depan layar:

  1. Memberikan jeda untuk mata. Tidak terus-menerus menatap layar dan sesekali melihat objek yang jauh.
  2. Lebih sering berkedip. Terutama ketika sedang fokus membaca atau menonton.
  3. Mengatur pencahayaan. Saya menghindari menggunakan ponsel dalam kondisi ruangan yang terlalu gelap.
  4. Mengurangi durasi menonton. Drama China tetap boleh, tetapi tidak harus diselesaikan dalam satu malam.
  5. Menyiapkan tetes mata. Ketika mata terasa kering dan tidak nyaman, saya menggunakan Insto Dry Eyes sesuai petunjuk penggunaannya.

Kalau keluhan mata terasa menetap, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, tentu jangan hanya mengandalkan cara sederhana. Sebaiknya periksakan kondisi mata kepada tenaga kesehatan.

Sekarang, Drama China Tetap Jalan, Mata Jangan Ketinggalan

Saya masih suka drama China.

Masih suka penasaran dengan episode berikutnya.

Masih sering mengatakan, “Ini terakhir,” meskipun suami mungkin sudah tahu bahwa kalimat itu belum tentu benar-benar terakhir.

Bedanya, sekarang saya lebih sadar bahwa mata juga punya batas.

Saya tidak ingin lagi sebuah kebiasaan kecil membuat momen penting bersama keluarga menjadi kurang nyaman.

Karena pada akhirnya, yang ingin saya ingat dari sebuah momen bukanlah mata yang terasa perih karena terlalu lama menatap layar, tetapi tawa, cerita, foto, dan kebersamaan bersama orang-orang yang saya sayangi.

Jadi, kalau suatu hari mata mulai terasa SePeLe, jangan langsung diabaikan.

Mata SePeLe Jangan Disepelein.

Kenali sinyalnya, beri kesempatan mata untuk beristirahat, perbaiki kebiasaan saat menggunakan layar, dan bila diperlukan, tetesin Insto Dry Eyes sesuai petunjuk penggunaannya.

Sebab drama China mungkin bisa di-pause dan dilanjutkan nanti.

Tapi momen bersama orang-orang tersayang belum tentu bisa diulang.

#InstoDryEyes #BebasMataKering #MataSePeLeJanganSepelein

 

0 comments: