Ketika Mata SePeLe Hampir Merusak Momen yang Sudah Lama Dinantikan
Ada satu kebiasaan saya yang
sepertinya sudah sangat dikenal oleh keluarga: nonton drama China sampai
lupa waktu.
Awalnya cuma ingin menonton satu
episode sambil beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaan rumah. Tapi satu
episode hampir selalu berubah menjadi dua, tiga, bahkan lebih. Apalagi kalau
ceritanya sedang seru dan tokoh utamanya baru saja menghadapi konflik yang
bikin penasaran.
“Sudah malam, besok lanjut lagi,”
kata suami saya.
“Iya, ini terakhir.”
Padahal, setelah itu saya masih
sering menekan tombol next episode.
Buat saya, menonton drama China
bukan sekadar hiburan. Itu salah satu cara untuk menikmati waktu sendiri di
tengah kesibukan sehari-hari. Namun belakangan saya sadar, ada satu hal yang
sering saya abaikan: mata.
Dan saya baru benar-benar
menyadarinya ketika sebuah momen yang sudah lama saya nantikan hampir terganggu
gara-gara mata kering.
Momen yang Sudah Lama
Dinantikan
Beberapa waktu lalu, keluarga
kami akhirnya punya kesempatan untuk menikmati waktu bersama setelah cukup lama
masing-masing sibuk dengan aktivitas.
Tidak perlu liburan jauh atau
pergi ke tempat mewah. Bisa berkumpul, ngobrol santai, makan bersama, dan
menikmati waktu tanpa terburu-buru saja sudah menjadi sesuatu yang saya
nantikan.
Saya sudah membayangkan momen itu
sejak beberapa hari sebelumnya.
Tapi ada satu kebiasaan yang
ternyata kurang mendukung persiapan saya: maraton drama China sampai larut
malam.
Malam sebelum momen tersebut,
saya kembali menonton drama favorit. Niat awalnya hanya satu episode sebelum
tidur.
Ternyata ceritanya sedang
seru-serunya.
Saya terus menatap layar ponsel
untuk mengikuti dialog dan membaca subtitle. Tanpa sadar waktu sudah semakin
malam.
Di situlah saya mulai merasakan
sesuatu yang sebelumnya sering saya abaikan.
Mata terasa SePeLe.
Bukan sakit yang langsung membuat
saya berhenti beraktivitas. Hanya terasa sedikit perih, kering, dan lelah.
Karena terasa ringan, saya
menganggapnya sepele.
Saya pikir, “Ah, paling besok
juga hilang.”
Ternyata saya salah.
Mata SePeLe yang Mulai
Mengganggu
Keesokan harinya, ketika momen
kebersamaan yang sudah saya nantikan akhirnya tiba, mata saya masih terasa
kurang nyaman.
Sesekali terasa seperti ada
sesuatu yang mengganjal. Mata juga terasa lebih cepat lelah ketika melihat
layar ponsel.
Saya baru menyadari bahwa SePeLe
bukan sekadar permainan kata.
Sepet.
Perih.
Lelah.
Tiga gejala yang mungkin
terdengar sederhana, tetapi kalau muncul di waktu yang tidak tepat ternyata
cukup mengganggu.
Saya jadi tidak sebebas biasanya
menikmati momen bersama keluarga. Ketika ingin mengabadikan foto atau melihat
sesuatu melalui ponsel, mata terasa kurang nyaman. Bahkan ketika sedang ngobrol
pun saya beberapa kali ingin memejamkan mata sebentar.
Padahal, bukankah seharusnya saya
menikmati momen tersebut?
Saat itu saya berpikir, mungkin
selama ini saya terlalu menganggap remeh keluhan mata karena terasa ringan.
Padahal, kalau dibiarkan, rasa
tidak nyaman tersebut bisa mengganggu aktivitas yang sebenarnya jauh lebih
penting.
Dari Drama China, Saya Belajar
Lebih Peduli pada Mata
Setelah kejadian itu, saya mulai
lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari.
Saya menyadari bahwa terlalu lama
menatap layar membuat saya sering lupa berkedip. Apalagi kalau sedang mengikuti
adegan drama yang menegangkan.
Subtitle harus dibaca.
Ekspresi pemain harus
diperhatikan.
Jalan cerita tidak boleh
terlewat.
Akhirnya mata yang bekerja keras,
tetapi yang mendapat perhatian justru hanya jalan ceritanya.
Sekarang saya mencoba lebih
disiplin.
Kalau sudah cukup lama menatap
layar, saya berusaha berhenti sejenak dan mengalihkan pandangan ke objek yang
lebih jauh. Saya juga berusaha lebih sering berkedip dan tidak memaksakan diri
terus menatap layar ketika mata mulai terasa tidak nyaman.
Pencahayaan ruangan juga saya
perhatikan agar tidak terlalu gelap ketika menggunakan ponsel.
Dan yang tidak kalah penting,
saya mulai menyediakan tetes mata untuk membantu ketika mata terasa kering.
Kenalan dengan Insto Dry Eyes
Saya kemudian menemukan INSTO DRY EYES.
Awalnya saya mengenalnya dari
informasi produk yang saya lihat, kemudian saya memutuskan untuk mencobanya
sendiri.
Bagi saya, salah satu hal yang
penting dari produk seperti ini adalah praktis digunakan ketika mata mulai
terasa kering.
Saat gejala mata kering mulai
terasa, saya menggunakan Insto Dry Eyes sesuai petunjuk penggunaan pada
kemasan. Sensasi mata yang sebelumnya terasa kering dan kurang nyaman terasa
lebih terbantu setelah menggunakannya.
Dari pengalaman tersebut, saya
jadi punya kebiasaan baru: tidak menunggu mata terasa sangat tidak nyaman baru
kemudian peduli.
Bukan berarti setelah punya tetes
mata saya bisa bebas menatap layar berjam-jam. Justru sebaliknya.
Saya menganggap INSTO DRY EYES
sebagai salah satu bagian dari cara saya menjaga kenyamanan mata, sambil tetap
memperbaiki kebiasaan menggunakan gadget.
Karena menurut saya, menjaga mata
bukan hanya tentang menggunakan produk ketika gejala muncul, tetapi juga
tentang bagaimana kita memperlakukan mata setiap hari.
Kalau Mata Mulai SePeLe,
Jangan Tunggu Sampai Mengganggu
Dari pengalaman sederhana ini,
saya belajar satu hal: jangan terlalu cepat menganggap keluhan mata sebagai
sesuatu yang sepele.
Mata SePeLe—Sepet,
Perih, dan Lelah—memang mungkin terdengar seperti gejala ringan.
Tapi saya sudah merasakan sendiri
bagaimana rasa tidak nyaman tersebut bisa mengganggu momen yang seharusnya
menyenangkan.
Karena itu, sekarang saya punya
beberapa kebiasaan sederhana ketika banyak beraktivitas di depan layar:
- Memberikan jeda untuk mata. Tidak
terus-menerus menatap layar dan sesekali melihat objek yang jauh.
- Lebih sering berkedip. Terutama ketika
sedang fokus membaca atau menonton.
- Mengatur pencahayaan. Saya menghindari
menggunakan ponsel dalam kondisi ruangan yang terlalu gelap.
- Mengurangi durasi menonton. Drama China
tetap boleh, tetapi tidak harus diselesaikan dalam satu malam.
- Menyiapkan tetes mata. Ketika mata terasa
kering dan tidak nyaman, saya menggunakan Insto Dry Eyes sesuai petunjuk
penggunaannya.
Kalau keluhan mata terasa
menetap, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, tentu jangan
hanya mengandalkan cara sederhana. Sebaiknya periksakan kondisi mata kepada
tenaga kesehatan.
Sekarang, Drama China Tetap
Jalan, Mata Jangan Ketinggalan
Saya masih suka drama China.
Masih suka penasaran dengan
episode berikutnya.
Masih sering mengatakan, “Ini
terakhir,” meskipun suami mungkin sudah tahu bahwa kalimat itu belum tentu
benar-benar terakhir.
Bedanya, sekarang saya lebih
sadar bahwa mata juga punya batas.
Saya tidak ingin lagi sebuah
kebiasaan kecil membuat momen penting bersama keluarga menjadi kurang nyaman.
Karena pada akhirnya, yang ingin
saya ingat dari sebuah momen bukanlah mata yang terasa perih karena terlalu
lama menatap layar, tetapi tawa, cerita, foto, dan kebersamaan bersama
orang-orang yang saya sayangi.
Jadi, kalau suatu hari mata mulai
terasa SePeLe, jangan langsung diabaikan.
Mata SePeLe Jangan Disepelein.
Kenali sinyalnya, beri kesempatan
mata untuk beristirahat, perbaiki kebiasaan saat menggunakan layar, dan bila
diperlukan, tetesin Insto Dry Eyes sesuai petunjuk penggunaannya.
Sebab drama China mungkin bisa
di-pause dan dilanjutkan nanti.
Tapi momen bersama orang-orang
tersayang belum tentu bisa diulang.
#InstoDryEyes #BebasMataKering
#MataSePeLeJanganSepelein







0 comments: