Kisah Sukses Ayam Goreng Nelongso dari Nanang Suherman

 




Malang adalah kota favorit bagi para pecinta kuliner, mulai dari kuliner pinggir jalan yang rasanya enak dengan harga murah meriah hingga kuliner mewah dengan harga yang bikin kita menganga. Diantara ratusan kuliner di Malang ada satu yang menjadi favorit terutama oleh para mahasiswa yang notabene suka makanan ramah di kantong tapi tetap enak yaitu Ayam Goreng Nelongso.

Saya sendiri pertama kali tahu Ayam Goreng Nelongso dari suami. Dia rupanya sudah sering makan di Ayam Goreng Nelongso, terutama saat lembur malam. Suami dan teman-temannya di kantor suka banget dengan sambal Ayam Goreng Nelongso yang khas dan tidak ditemukan di penjual lalapan lainnya. Rasa ayamnya juga enak dengan harga yang murah sehingga sering jadi penolong saat tanggal tua.

Bagi yang pertama kali makan di Ayam Goreng Nelongso pasti heran kenapa namanya Ayam Goreng tapi menggunakan kepala bebek sebagai logo brandnya? Jangankan yang baru pertama kali, saya yang sudah berkali-kali makan di sana juga heran kok hehehe

Jatuh Bangun di Dunia Bisnis




Adalah Nanang Suherman, pria kelahiran Probolinggo 1987, sosok entrepreneur tangguh dibalik nama besar Ayam Goreng Nelongso. Nanang adalah anak tunggal yang terlahir dari keluarga miskin namun ironisnya dia dimanja oleh kedua orang tuanya. Karena hidup dimanja itu membuat dia berambisi untuk kuliah meskipun keluarganya tidak mampu. Tahun 2005 Nanang kuliah di Malang namun sayangnya baru semester awal dia dipaksa untuk pulang ke Probolinggo karena orang tuanya sudah tidak sanggup membiayai kuliahnya.

Bukan Nanang namanya kalau menyerah pada keadaan. Demi untuk tetap bisa kuliah, Nanang pun mulai terjun di dunia bisnis. Awalnya dia berjualan koran di lampu merah Dinoyo, kebiasan dimanja tidak membuatnya malu. Malahan dia memiliki mindset tumbuh ke atas, dia memiliki mimpi bisa menjadi agen koran di Malang. Dalam 4 bulan Nanang memiliki 3 karyawan dan memiliki beberapa gerobak namun sayang bisnis ini hancur.

Perjalanan bisnis Nanang terus berjalan, mulai dari sales komputer hingga makelar jual beli mobil, bahkan dia sempat memiliki showroom mobil bekas walaupun pada akhirnya bangkrut lagi. Karena sudah kehabisan modal, Nanang memutuskan untuk bekerja di dunia perbankan. Karier ini menjadi kebanggaan bagi orang tuanya di Probolinggo.

Namun Nanang belum puas dengan pencapaian itu apalagi saat mengetahui fakta bahwa banyak kerabatnya yang jauh lebih sukses kehidupannya dengan terjun di dunia bisnis besi tua. Nanang awalnya belajar bisnis tua pada pamannya yang sudah sukses di Bumiayu, Malang. Setelah merasa cukup dengan ilmunya, Nanang membuka bisnis besi tua sendiri. Alhamdulillah Nanang mencapai keberhasilan di bisnis tua ini.

Saat di puncak inilah, Nanang kemudian menikah atas saran ibunya agar ada yang membantu Nanang mengatur keuangan dalam berbisnis. Bisnis Nanang pun semakin berkembang berkat dukungan mertua untuk mendirikan pabrik pengolahan biji plastik. Tapi ternyata dananya tidak cukup hingga terpaksa berhutang dan inilah menjadi awal kehancuran bisnisnya. Nanang terpaksa menjual semua asset dan barang-barang di rumahnya untuk membayar hutangnya yang mencapai 1,3 M.

“Keberuntungan itu tidak pernah ada, yang ada itu bagaimana kita terus berusaha ada peluang tapi kalau tidak kita ambil maka tidak jadi beruntung,” prinsip inilah yang dianut oleh Nanang ketika memutuskan untuk terjun di bisnis kuliner lalapan. Padahal saat itu Nanang hanya memiliki modal Rp.500.000.

Kisah Sukses Ayam Nelongso



Titik balik bisnis kuliner Nanang berawal ketika dia menemukan resep bebek yang disukai pembeli bahkan sampai kembali lagi untuk memesan menu bebek tersebut. Kemudian karena gerobaknya dicuri orang, Nanang pun memutuskan untuk pindah tempat usaha di sebuah Pujasera  yang berada di sebelah Poltek, Malang. Namun bisnis Nanang mendapatkan halangan dari para senior yang sudah terlebih dahulu berjualan di sana.

Akhirnya agar tetap bisa berjualan, Nanang pun mengubah menunya menjadi Sego Sambel atau Nasi Sambal dengan lauk berupa sayap dan ceker ayam. Dari sinilah nama Ayam Goreng Nelongso berasal, Nanang mengibaratkan sayap dan ceker ayam adalah tangan dan kaki manusia. Jika kedua organ ini diambil maka hidup kita akan nelangsa yang dalam bahasa Jawa disebut Nelongso.

Ayam Goreng Nelongso mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para pembeli hingga Nanang berhasil membuka cabang di 3 tempat. Namun ujian datang lagi ketika salah satu cabangnya yang beralamat di Jl. Bendungan Sutami pada tahun 2014. Musibah ini ternyata menjadi berkah karena diliput oleh media nasional sehingga nama Ayam Goreng Nelongso pun semakin dikenal publik. Kesuksesan Ayam Goreng Nelongso semakin menjadi, hingga kini cabangnya sudah tersebar di berbagai kota hingga mencapai 70 cabang. Bahkan selama pandemi ini Ayam Goreng Nelongso grup tetap berusaha bertahan dan tetap ekspansi cabang ke 71 di Purwosari


Pengalaman Makan Menu di Ayam Goreng Nelongso   


     


                                                                                                                               

Berawal tahu dari suami itulah saya jadi sering mengajak suami makan di Ayam Goreng Nelongso. Saya ingat betul di tahun-tahun awal pernikahan dan masih memiliki anak satu, kalau sudah akhir bulan sementara uang belanja menipis karena harus berbagi dengan kebutuhan anak seperti beli popok dan susu, tapi tetap ingin makan olahan ayam yang enak pilihan saya ya ke outlet Ayam Goreng Nelongso. Apalagi salah satu outletnya yang sering saya lewati dan kunjungi dekat dengan rumah.

Kalau ke outletnya pilihan menu yang favorit ya ayam goreng, sesekali pernah sih coba olahan bebeknya dan semuanya enak, apalagi buat pecinta makanan pedas, varian sambalnya mantab semua deh. Jadi gak salah deh kalau outlet Ayam Goreng Nelongso selalu ramai diserbu pelanggannya.

Demikianlah kisah sukses Nanang Suherman mengelola bisnis kuliner Ayam Goreng Nelongso. Dari kisah beliau, saya belajar tentang kegigihan dan semangat pantang menyerah dalam menjalankan bisnis. Bagaimana kita harus cerdik memanfaatkan peluang yang ada di depan mata. Tak ketinggalan juga peran istri Nanang yang melihat dan percaya dengan potensi dan jiwa entrepreneur yang ada di dalam diri suaminya. Teman-teman bisa kepoin ke akun instaragmnya ya di @nanang_anakbaik umtuk interaksi dengan beliau ya. 

 


3 Fakta Mengenai Orang yang Pernah Mengalami Kusta

 


Assalamu’alaikum, apakabar semuanya? Semoga selalu sehat ya di tengah kondisi yang masih pandemi begini.  saya mau bahas sesuatu nih. Sesuatu yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang. Saya mau bahas beberapa fakta tentang OYPMK. Nah, sebelum lanjut, saya mau tanya dulu nih. Teman-teman udah pada tau belum sih, apa itu OYPMK? Adakah di antara kalian yang punya kenalan OYPMK? Buat kalian yang punya kenalan OYPMK, pernahkah kalian perhatikan gimana kehidupan mereka?

Kebetulan saya mendapatkan kesempatan memgikuti webinar pada 15 Juni 2021 yang diadakan oleh Berita KBR, NLR dan Ibu Ibu Doyan Tulis berupa talkshow yang mengusung tema Memberikan Kesempatan Kerja bagi Disabilitas dan Orang yang Pernah Mengalami Kusta. Menhadirkan beberapa narasumber yang salah satunya OYPMK yaitu Mas Muhammad Arfah.




OYPMK adalah singkatan dari Orang yang Pernah Mengalami Kusta. Artinya, mereka dulunya adalah penderita kusta, tapi sudah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Kusta adalah penyakit yang menyerang saraf. Gejala kusta biasanya ditandai dengan munculnya bintik putih di kulit. Bintiknya seperti panu, tapi rasanya nggak gatal, bahkan nggak terasa sama sekali.

Kusta memang penyakit menular, tapi penularannya lama banget dan harus ada kontak intens sama si penderita. Kusta baru bisa menular setelah melalui masa inkubasi selama 40 hari sampai 40 tahun. Setelah tertular, gejala kusta baru akan muncul sekitar 3 sampai 5 tahun kemudian. Untuk penyembuhannya, kusta bisa disembuhkan dalam waktu 6 bulan sampai 2 tahun setelah diberikan kombinasi antibiotik. Jenis, dosis, dan lamanya pemberian antibiotik ke setiap pasien nggak sama, lho. Tergantung dari jenis kusta yang mereka alami. Pengobatan ini bertujuan menormalkan saraf yang rusak, memperbaiki anggota tubuh pengidap yang sempat cacat, dan mengembalikan fungsi anggota tubuh.

Setelah dinyatakan sembuh dari kusta, mereka akan punya identitas baru yaitu OYPMK. Nah, fakta apa aja sih yang perlu diketahui secara luas tentang OYPMK? Yuk, kita bahas satu per satu.

 

1. Fakta Medis

Kusta adalah penyakit medis. Mulai dari proses penularan, gejala, hingga penyembuhannya nggak bisa lepas dari tindakan medis. Dari sisi medis, ada beberapa fakta yang harus diketahui dan dipahami oleh kita semua biar nggak salah persepsi lagi. Inilah beberapa fakta medis terkait OYPMK.

a) OYPMK nggak menularkan penyakit

Orang yang dinyatakan sudah sembuh dari kusta nggak bisa menularkan penyakit yang pernah mereka alami pada orang lain. Saat mengidap, mereka bisa menularkan meskipun waktunya sangat lama. Namun, saat sudah sembuh, mereka sama seperti orang normal lain. Logikanya, kalau virus penyebab sakitnya udah nggak ada, lalu gimana ceritanya bisa nular coba?

Namun, OYPMK berpotensi mengalami kecacatan anggota tubuh kalau terlambat ditangani atau penyakitnya yang parah. Akibat yang ditimbulkannya hanya terjadi pada mantan pengidapnya itu sendiri, bukan pada orang lain. Jadi kalau kalian punya kenalan OYPMK, nggak pelu takut ya. Mereka nggak bakal nularin penyakitnya, kok.

b) OYPMK bisa beraktivitas layaknya orang sehat

Setelah dinyatakan sehat, OYPMK cuma akan mengalami perubahan pada beberapa bagian tubuhnya, nggak semuanya. Mereka masih bisa melakukan banyak hal seperti yang biasa dilakukan orang normal. Memang ada sedikit fungsi tubuhnya yang kurang maksimal, tapi biasanya mereka bisa mengatasinya dengan cara lain. Jadi, kalian tetep bisa melibatkan OYPMK dalam kegiatan sehari-hari.

 

2. Fakta Sosial

a) Mengalami diskriminasi atau pengucilan

Dalam lingkungan masyarakat, OYPMK sering kali mengalami pengucilan dari orang-orang di sekitarnya. Karena kondisi yang dialaminya, nasib OYPMK tak berbeda sama penyandang disabilitas. Mereka sering kali mengalami diskriminasi. Mereka dikucilkan, diperlakukan nggak adil, jadi bahan gunjingan tetangga, dan lain-lain yang sifatnya negatif. Yang lebih menyedihkan lagi adalah stigma negatif ini diwariskan ke anak cucu, sudah menjadi tradisi. Padahal seharusnya OYPMK bisa hidup normal di lingkungan masyarakat.

b) Ditakuti orang lain

Banyak OYPMK ditakuti bukan karena kecacatan fisik yang dialaminya, tapi anggapan bahwa mereka bisa menularkan kusta. Padahal, secara medis OYPMK nggak bisa menularkan kusta. OYPMK bersih seperti sebelum terserang kusta. Namun, banyak orang yang beranggapan sebaliknya. Mereka merasa takut dan akhirnya nggak mau dekat-dekat dengan OYPMK.

 

3. Fakta Hukum dan HAM

a) Memiliki hak hidup yang sama

OYMPK termasuk penyandang disabilitas akibat penyakit, mereka tetap dikategorikan sebagai disabilitas. Dalam peraturan perundang-undangan, disabilitas memiliki hak yang sama dengan orang normal lainnya yaitu hak hidup sejahtera, mandiri, dan terbebas dari diskriminasi. Mereka juga berhak mendapatkan penghormatan, kesetaraan, perlindungan, dan aksesiilitas.

Jadi hati-hati, ya. Jangan sampai melakukan diskriminasi pada OYPMK atau penyandang disabilitas lain. Selain bertentangan dengan perikemanusiaan, juga bertentangan dengan hukum. Kalau mereka nggak terima, bisa dibawa ke jalur hukum.

b) Berhak mendapat pekerjaan yang layak


Mbak Zakirah, dari PT. Anugrah Froozen Food pemberika pekerjaan untuk orang disabilitas & OYPMK


Selain hak hidup, OYPMK maupun penyandang disabiltas lain juga berhak mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai kemampuan yang mereka miliki. Mereka berhak bekerja di bawah naungan pemerintah maupun swasta, sama seperti orang pada umumnya. Mereka berhak memperoleh tugas, tanggung jawab dan upah yang sama. Selain bekerja di bawah naungan orang lain, mereka juga berhak memiliki dan mengembangkan usahanya sendiri.

c) Mendapat hak istimewa dalam bekerja


Sebagai orang dengan kebutuhan khusus, OYPMK dan penyandang disabilitas lain punya hak istimewa yang nggak dimiliki oleh orang normal. Dalam bekerja, mereka berhak mendapat fasilitas yang bisa memudahkan pekerjaan mereka. Jadi mereka tetap bisa produktif sebagaimana mestinya.

Pada kesempatan webinar juga menghadirkan perusahaan yang sudah menerapkan aturan dari pemerintah untuk menerima karyawan baik yang disabilitas maupun OYPMK yaitu PT. Anugerah Frozen Food. Seperti yang disampaikan oleh Mbak Zakirah, bahwasannya perusahaan tersebut menerima karyawan disabilitas maupun OYPMK sebagai bentuk dukungan dan meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam hal pekerjaan.

Mas Arfah, Orang yang Pernah Mengalami Kusta


Nah, itu lah teman-teman beberapa hal yang bisa saya bagikan mengenai orang yang pernah mengalami kusta. Jika teman-teman memiliki saudara atau teman dengan nasib seperti Mas Arfah, sebaiknya selalu memberikan dukungan semangat menghadapi masa depan dengan pekerjaan yang layak.


Liburan Keluarga Aman, Nyaman dan Sehat bersama TRAC To Go

 

liburan aman nyaman dan sehat dengan trac to go

Lebaran identik dengan tradisi mudik. Ini bukan sekedar pulang dari kota ke desa namun moment silaturahmi yang hanya terjadi setahun sekali. Memang sih kita bisa ketemu dengan keluarga dan kerabat di hari-hari yang lain namun atmosfernya berbeda dengan moment Idul Fitri. Saat mudik lebaran kita bermaaf-maafan, melebur semua kesalahan dan dosa yang mungkin pernah terjadi. Apalagi bagi yang masih memiliki orang tua, rasanya kurang afdhol jika tidak sungkem dan meminta maaf langsung kepada mereka.

Reuse Kaleng Bekas Biskuit jadi Pot Tanaman Sayuran di Lahan Terbatas

 

Beritani challenge

Assalamualaikum Sahabat, hari ini sudah menginjak hari kedelapan di Bulan Suci Ramadan. Bagaimana puasanya, semoga lancar dan sehat selalu ya. Puasa tahun ini kita masih harus bergelut dengan pandemi Covid 19. Otomatis kita lebih banyak melakukan kegiatan di rumah selama Bulan Ramadhan untuk mencegah penularan dan penyebaran virus Covid 19. Memang idealnya sih selama Ramadhan ini kita lebih banyak meluangkan waktu untuk beribadah sebagai bekal pahala kita nanti di akhirat.

Ngomongin tentang ibadah dan pahala, sebenarnya luas maknanya. Bukan hanya salat, puasa dan tadarus yang bisa mendatangkan pahala, kegiatan sehari-hari bila diniatkan sebagai ibadah maka akan diganjar pahala juga oleh Allah SWT. Sebagai contoh, seorang suami yang bekerja mencari nafkah jika diniatkan untuk menjalankan kewajiban sebagai suami maka di hadapan Allah akan dinilai sebagai ibadah. Rezeki dapat, pahala juga dapat. Begitu pun juga dengan kegiatan kita yang lain jika memberikan kebaikan atau manfaat bagi orang lain, makhluk lain dan bumi ini maka juga akan dinilai ibadah.

Misalnya saja berkebun di rumah. Ini menjadi salah satu kegitaan positif yang dapat memberikan manfaat. Nah kebetulan saya tuh suka berkebun sejak dulu, mulai dari menanam tanaman hias hingga sayuran dan buah untuk dikonsumsi sendiri. Sejak kecil hingga remaja saya tinggal di desa Popoh, Blitar, dimana masih banyak lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk berkebun. Sehingga saya dulu bisa melakukannya dengan leluasa, di sekitar rumah orang tua saya tumbuh pohon rambutan, mangga, kelapa, papaya, singkong yang bisa dipanen setiap tahun.

Trend Bercocok Tanam di Tengah Pandemi




Setelah saya berumah tangga dan tinggal di kota Malang, hobby bercocok tanam ini tetap saya jalani meskipun lahan di rumah terbatas. Kami hanya memiliki pekarangan kecil di depan rumah, di sana ditanami aneka tanaman hias dan satu pohon mangga. Untuk menyiasati keterbatasan lahan saya menggunakan pot yang saya tata di rak bersusun, potnya bisa beli atau menggunakan kaleng biskuit bekas dan standing pouch minyak goreng.





Adanya pandemi Covid 19 ternyata membawa angin segar bagi dunia cocok tanam, dimana masyarakat yang selama ini abai terhadap penghijauan mendadak jadi suka bercocok tanam. Banyak orang yang mendadak membeli tanaman hias dan bibit tanaman lainnya untuk ditanam di rumah. Penyebab masyarakat jadi suka berkebun di tengah pandemi adalah karena rasa bosan dan jenuh di rumah saja sehingga ingin menghias rumah agar lebih indah dan bikin betah dengan tanaman hias. Selain tanaman hias, saya juga menanam tanaman toga, seperti daun pandan, seledri, tomat hingga cabe rawit. Bila membutuhkan sewaktu-waktu bisa tinggal  memanen di depan rumah yang semuanya saya tanam menggunakan wadah bekas makanan sekali pakai seperti kaleng biskuit yang sempat menumpuk di gudang.




Keladi, Aglaonema (Sri Rejeki), Monster (Janda Bolong), Kaktus adalah contoh beberapa tanaman hias yang meroket popularitasnya di saat pandemi. Tanaman yang semula tumbuh liar mendadak jadi buruan banyak orang, harganya pun melambung tinggi. Tanaman-tanaman ini menjadi komoditi yang menjanjikan bagi para pedagang dan prestise tersendiri bagi masyarakat yang memilikinya.


Bercocok tanam di saat pandemi sejatinya bukan hanya untuk mengisi waktu senggang di rumah namun memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan jiwa dan raga antara lain:

1. Meningkatkan Kebugaran

Memilih hobby berkebun maka mau nggak mau kita jadi banyak bergerak mulai dari mencangkul tanah, menanam bibit hingga menyiram tanaman. Ketika melakukan banyak gerakan, tingkat kebugaran tubuh cenderung meningkat. Selain itu, dengan membawa dan menggunakan alat-alat berkebun seperti cangkul dan pemotong rumput sama dengan melakukan latihan fisik bagi tubuh kita.

2. Meningkatkan Kreativitas

Proses penataan tanaman agar sedap dipandang membutuhkan kreativitas tersendiri. Ide-ide baru jadi bermunculan bagaimana agar tanaman kita lebih menarik penataannya. Ketika banyak melihat tanaman hijau, pikiran akan lebih positif dan jauh lebih produktif.

3. Menjadikan Pikiran Rileks

Apa yang Anda rasakan ketika menghirup udara segar di kebun atau menyentuh tanah ketika menanam tanaman? Kalau saya sih merasa pikiran jadi lebih santai. Bahkan tanpa kita sadari, aktivitas ini membuat pikiran rileks dan membuat kita semakin sehat.

4. Mengurangi Stres

Tahu nggak jika orang bisa meminimalkan tingkat stres dengan cara berkebun di halaman belakang rumah. Sebuah studi mengungkapkan bahwa orang-orang yang menghabiskan waktu berkebun cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah.

5. Meningkatkan Sirkulasi Darah

Ketika berkebun kita melakukan beberapa macam gerakan seperti mencangkul tanah, mengisi polibag atau memotong rumput. Hal ini tentu saja dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah sehingga peredaran darah menjadi lancar. Jadi, aktivitas berkebun sangat baik sebagai alternatif latihan.

Berintani Challenge



Untuk menambah ilmu dan inspirasi tentang dunia cocok tanam, saya biasanya mencari referensi di internet. Nah secara nggak sengaja saya menemukan sebuah website seputar bercocok tanam, pupuk, agrikultur, dan info pangan yaitu https://berintani.id/. Di sini saya menemukan banyak sekali ilmu dan tips-tips seputar bercocok tanam yang disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Cocok juga bagi generasi muda yang lagi gandrung dengan hobby tanaman hias agar bisa merawat tanaman hias dengan lebih baik.

 


Yang seru adalah di Bulan Ramadhan ini ada Berintani Challenge yang bisa menjadi inspirasi kegiatan bermanfaat selama Ramadhan. Berintani Challenge mengajak kita melakukan 7 Kegiatan #TanamKebaikan #PupukPahala antara lain:

Activity 1 Regrow sisa sayur yang kamu makan: menanam kembali sayuran sisa makanan seperti daun bawang, pokcoy, bawang bombay, kentang dll

Activity 2 Reuse bungkus makanan sekali pakai: memanfaatkan bungkus makanan sekali pakai sebagai pot tanaman

Activity 3 Menanam sayur dari benih tumbuhan: menanam cabe, bayam, sawi dari biji benih menggunakan media tanam dan pot

Activity 4 Memanfaatkan cangkang telur untuk dijadikan pupuk: mengumpulkan cangkang telur kemudian ditumbuk dan ditaburkan di atas tanah

Activity 5 Membuat kompos sendiri: membuat kompos dari limbah organik rumah tangga yang dapat terurai

Activity 6 Masak dari hasil kebun sendiri: masak dari hasil panen tanaman yang kamu tanam sendiri dirumah

Activity 7 Kurangi penggunaan plastik: berbelanja dengan kantong kain, membawa wadah makanan sendiri untuk mengurangi plastik sekali pakai.



Di antara 7 kegiatan di atas, saya sudah melakukan beberapa sih namun yang paling sering (konsisten) adalah akvitas nomer 2. Seperti yang saya ceritakan di awal tulisan ini bahwa saya menggunakan kaleng biskuit bekas dan standing pouch minyak goreng sebagai pengganti pot. Dengan begitu, saya bisa mengurangi jumlah sampah plastik yang saya buang ke tong sampah. Bayangin jika minimal 1 kampung melakukan ini maka kita bisa mengurangi timbunan sampah plastik di TPA.

Kalau mau lebih kreatif, kita bisa kok menemukan tips gimana membuat bungkus makanan menjadi pot yang unik dan cantik. Selain itu dengan reuse bungkus makanan menjadi pot, kita juga tidak perlu membeli pot lagi, uangnya bisa dipakai untuk keperluan lainnya. Info lebih lengkapnya, kepoin aja instagram @Berintani.id ya. Sudah banyak nih yang ikutan Berintani Challange. Selain ikutan #tanamkebaikan dari rumah, kita juga berkesempatan dapetin marchendise menarik dari Berintani. Nggak Sabar pengen jadi yang terpilih dari banyaknya netizen yang ikut hehe

Oke itulah sharing saya tentang kegiatan #tanamkebaikan dan #pupukpahala selama Bulan Suci Ramadhan ini. Yuk ikutan juga demi kelestarian lingkungan yang manfaatnya bukan hanya untuk diri kita sendiri namun juga generasi yang akan datang.

 



Pengalaman Pertama Memelihara Kucing Persia

 


Keinginan memelihara kucing sudah ada sejak saya kecil. Namun keinginan tersebut tidak bisa terwujud sampai saya dewasa dan tinggal dengan orang tua. Alasan utamanya karena mak saya takut dan geli banget sama kucing. Melihatnya saja sudah bikin bulu kuduknya berdiri, bahkan pernah mendengar cerita dari almarhum bapak kalau mak pernah sampai pingsan gegara dilempari kucing. Ya, sampai segitunya maka saya menahan diri untuk nggak pelihara kucing.

Kesempatan memelihara kucing pun akhirnya terwujud setelah saya menikah dan memiliki rumah sendiri. Suatu hari suami cerita kalau dia ditawari kucing persia oleh rekan kantornya sebut saja Mas N. Saya tentu saja antusias ketimbang setiap waktu lihat kucing orang suka gemes sendiri hehe. Suami dan saya pun lantas ke rumah rekan kerjanya untuk mengambil dan memilih sendiri kucingnya. Kenapa kok kucingnya ditawar-tawarkan? Karena pemiliknya yang masih saudara rekan kerja suami itu sudah terlalu banyak.

Menyiapkan Kandang yang Layak untuk Kucing Persia

Sewaktu mengambil kucing persia saya belum memiliki tas atau keranjang khusus untuk binatang. Saya membawanya dengan kardus dan membawanya dengan sepeda motor dari rumah saudara rekan kerja suami sampai rumah saya. Pilihan saya dan suami jatuh pada kucing persia warna coklat muda. Kelihatan sekali kucingnya lusuh dan tak terawat karena banyaknya kucing yang sudah ada.

Sesampai di rumah, saya menaruh kucing persia tersebut di dalam rumah agar terbiasa dengan lingkungan baru. Baru keesokan harinya saya memutuskan untuk membeli kandang yang layak untuk kucing Persia pertama. Sayangnya sewaktu membeli kandang tidak ada warna biru, warna favorit saya dan suami sehingga musti pasrah dengan warna yang ada sesuai kebutuhan kucing. Selain kandang saya juga membeli printilan kebutuhan lainnya seperti wadah pakan dan pakannya.

Usia kucing Persia sewaktu saya ambil sudah sekitar 2-3 bulan begitu sehingga sudah agak besar sehingga tidak perlu khawatir menyusu lagi pada induk karena sudah bisa makan makanan kucing secara mandiri. Anak-anak pun senang menyambut kucing pertama di rumah keluarga biru.

 

Membawa Ke Dokter Hewan Saat Sakit

Hari-hari saya dan keluarga makin menyenangkan dengan adanya kucing Persia warna orange. Sempat terjadi perdebatan saat memutuskan untuk memberi nama kucing tersebut sampai akhirnya disepakati sebuah nama Betty. Saya dan suami menilai kalau kucing Persia ini berjenis kelamin betina. Harapannya ke depan dia bisa memberikan keturunan yang lucu-lucu.

Saat memutuskan untuk memelihara kucing tentunya harus siap dengan segala konsekuensinya. Seperti kalau kucing sakit atau menderita penyakit mau gak mau musti di bawa ke dokter hewan. Saya sempat mengalami masalah ini, tiba-tiba beberapa hari Betty nampak lesu dan bersin-bersin. Saya sangat khawatir terjadi sesuatu. Saya dan suami membawa Betty ke dokter hewan dan diketahuilah kalau kucing kami kena virus. Dokter pun memberi obat lewat mulutnya dan suntikan, menurut dokter kami membawanya tepat waktu, karena kalau terlambat sedikit saja bisa mengancam nyawa Betty.

Berurusan dengan dokter hewan saat sakit tidak hanya cukup sekali. saya pernah membawa Betty kembali ke dokter hewan karena dia terkena jamur yang dari hari ke hari rupanya makin parah. Walaupun sudah saya obati dengan salep untuk jamur pada kucing setelah konsultasi dengan teman yang lebih paham soal kucing. Hasilnya masih gak maksimal, dari pada makin parah, saya pun membawa Betty ke dokter hewan lagi dan dokter memberikan obat lewat suntikan dan salep yang musti rajin dioleskan pada bagian tubuh kucing yang terkena jamur.

Perawatan Kucing Persia dengan Grooming ke Salon Kucing Di Malang

Konsekuensi memelihara kucing lainnya yaitu perawatan seperti memandikan kucing ke salon kucing atau yang lebih keren istilahnya grooming. Awalnya saya memandikan sendiri Betty di rumah. Namun hasilnya menurut saya kurang maksimal. Pastinya beda lah ya perawatan sendiri di rumah dengan di salon kucing.

Suami pun mencari informasi salon kucing di Malang yang harganya murah dan terjangkau. Akhirnya dapat salon kucing yang harganya murah. Walaupun lokasinya agak jauh dari rumah kami belain hehehe. Bener juga lho, hasil grooming di salon lebih makasimal dan puas. Oh iya, nama salon kucingnya Tutu House Petshop Grooming and Boarding Malang. Lokasi tepatnya sih di daerah Sawojajar Malang.

Saya masih ingat , pertama kali membawa Betty grooming itu pada tanggal 11 Mei 2019. Selain grooming juga sempat menitipkan Betty saat saya harus bepergian lama. Waktunya sudah cukup lama ya dengan waktu pertama grooming. Oh iya, ada kejadian yang bikin keki nih, berkat grooming itu saya jadi tahu jenis kelamin kucing yang sebenarnya. Menurut mas yang biasa menangani grooming Betty kalau kucing saya jenis kelaminnya jantan. Sontak bikin saya terkejut sekaligus ingin ngakak dong, lha kami sudah terlanjur memberi nama betty hahahaha.

Setelah tahu jenis kelamin yang sebenarnya jantan, saya pun memutuskan untuk mengganti nama kucing dari betty jadi Brownies sesuai dengan warna bulunya yang coklat muda. Brownies jadi kucing persia pertama yang sampai sekarang masih kami rawat. Umurnya yang sudah dewasa membuat dia mengalami birahi, sempat kawin dengan kucing kampung yang saya pelihara juga namun tak ada yang berhasil bikin kucing kampung betina di rumah hamil.

Beberapa kali sempat terbesit buat membuang atau diberikan ke orang lain. Tapi hati kecil saya masih berat untuk melepasnya. Brownies sampai sekarang masih mengalami jamuran dan kami sudah apda tahap pasrah. Kalau kata suami sih itu luka akibat dia tarung dengan kucing jantan lain milik tetangga guna memperebutkan kucing betina hahaha.

Selain Brownies, saya masih memiliki kucing kampung lainnya yang nanti akan saya tulis juga di blog ini. Sejak memutuskan memelihara kucing, rezeki saya makin dimudahkan untuk membeli makanan dan segala tetek bengek perawatannya. Itulah pengalaman pertama memiliki kucing persia yang menyenangkan.