Virtual Launching Sampoerna Mobile Banking, Aplikasi untuk Milenial Menabung dan Transaksi

 


Kebiasaan tergoda dengan informasi diskon, kemudian tertarik untuk belanja tanpa memikirkan sebenarnya butuh atau cuma memenuhi keinginan, mumpung diskon.  Sikap tesebut sebenarnya kurang baik untuk segi keuangan. Apalagi kalau barang yang kita beli sebenarnya masih banyak di rumah dan masih layak dipakai. Biasanya ini kalau perempuan suka tergoda dengan diskonan fashion.

Namun saat saya mendapat kesempatan mengikuti acara virtual launching Sampoerna Mobile Banking pada tanggal 27 Janurari 2021 dengan tema yang sangat menarik dan menggelitik. Ngomongin soal Sampoerna Mobile banking, merupakan upaya yang dilakukan Bank Sahabat Sampoerna ( Bank Sampoerna) dalam meningkatkan mobile banking sekaligus mempertegas layanan. Kalau sebelumnya layanan mobile banking bernama BSS Mobile menjadi Sampoerna Mobile Banking.

Peluncuran Sampoerna Mobile Banking sebagai peningkatan layanan sekaligus mempermudah nasabah milenial yang inginnya serba cepat dan mudah. menurut Henky Saputra, selaku finance dan business Planing Direktur Bank Sampoerna “ Di era yang serba digital, kebutuhan nasabah akan transaksi digital semakin meningkat. Adanya Sampoerna Mobile Banking menjadi jawaban atas kebutuhan transaksi digital kaum milenial .”

Talkshow : Hidup Minimalis untuk Masa Depan Maksimal




Saat peluncuran Sampoerna Mobile Banking juga diadakan talk show dengan tema Hidup Minimalis untuk Masa Depan Maksimal. Menghadirkan dua narasumber yaitu Felicia Putri Tjiasaka yang merupakan influencer sekaligus investment storyteller dan Olga Agata pelaku gaya hidup minimali dan dipandu oleh host Theo Danial.

Saat talk show membahas mengenai permasalahan kaum muda dalam hal mengelola keuangan. Generasi milenial dan Gen Z, dalam urusan manajemen keuangannya payah karena gaya hidup yang cenderung boros, sulit menabung dan belum memiliki kesadaran akan investasi untuk kebutuhan di masa depan.

Apalagi saat ini akses internet sangat membantu menjelajah dunia maya sehingga memudahkan kita mengenal e-commerce untuk memenuhi kebutuhan barang yang jangkauannya antar kota, antar provinsi bahkan antar negara. Selain itu didukung dengan tren FOMO (Fear of Missing Out), sebuah perasaan yang takut ketinggalan tren. Sementara YOLO (You Only Live Once) kurang lebih hidup ini hanya sekali sehingga perlu dinikmati dengan sikan konsumtif atau boros dalam segi keuangan.

Sementara Olga menyampaikan manfaat yang dilakukan sebagai mindful living. Gaya hidup minimalis tidak melulu memakai baju monokrom atau barang yang sedikit mungkin. Mampu menahan diri untuk melepaskan keterikatan terhadap sesuatu atau barang yang tidak dibutuhkan. Jadi lebih bijaksana soal pengeluaran serta pemasukan dengan rasa cukup.

 

Launching Sampoerna Mobile Banking




Peningkatan layanan Sampoerna Mobile Banking yang dilakukan Bank Sampoerna diharapkan bisa membantu generasi muda dalam mengelola keuangan secara digital, mudah dan praktis. Selain itu untuk mendorong generasi milenal lebih rajin menabung dengan layanan Sampoerna Mobile Saving.

Layanan  produk Sampoerna Mobile Saving memiliki beberapa keunggulan diantara :

·       Mudah. Nasabah buka rekening lebih mudah, cukup dengan smartphone langsung di Sampoerna Mobile Banking, bisa melakukan transaksi merchant dengan Qris, kirim uang ke nomor HP, Bayar-Beli-Top Up tanpa ribet.

·       Murah. Buka rekening tanpa setoran awal, bebas biaya administrasi bulanan, transfer online ke bank lain lebih murah, hanya sebesar Rp.3000 saja dibandingkan tarif normal Rp. 6500

·       Berhadiah. Menabung bisa juga sambil mengumpulkan poinnya. Karena kesempatan menang undian berhadiah berkali-kali setiap bulan sepanjang tahun. Ada undian grand prize setiap triwulan dengan total hadiah sebesar 3 miliar rupiah.

Bagi generasi muda terutama generasi milenial dan Gen Z, lebih semangat untuk menabung sekaligus mengelola keuangan dengan adanya Sampoerna Mobile Banking. Saatnya generasi milenial tidak menjadi generasi sandiwch yang membelenggu banyak generasi muda.

 

 

Mama’s Choice Dry Serum Deodorant, Mengatasi Ketiak Hitam Tanpa Aluminium

 

deodorant tanpa alumunium

Pengalaman saat hamil baik kehamilan pertama maupun kedua bukan lah hal yang mudah. Semenjak saya dinyatakan hamil perlahan tubuh kita mengalami perubahan yang cukup signifikan. Misalnya perubahan hormon yang akibatnya bikin ketiak menghitam, keringat yang berlebihan dan bau badan yang cukup mengganggu. Namun ingin berusaha merawat diri tapi bagaimana membagi waktu mengurus anak setelah melahirkan. Ini yang banyak jadi dilema ibu setelah melahirkan namun belum banyak produk deodorant tanpa aluminium untuk ibu hamil dan menyusui yang aman.

 

Mengalami ketiak yang makin menghitam dan keringat yang berlebihan jelas bikin gak nyaman dan insecure di hadapn suami. Saya yang tadinya jarang mandi sebelum waktu hamil, namun setelah melahirkan musti rajin mandi supaya keringat dan bau badan tidak menempel pada bayi saat menyusui. Namun saya rasa dengan mandi saja tidak cukup, butuh produk yang bisa membantu mengatasi keluhan ketiak jadi hitam, keringat berlebih dan bau badan. Salah satu produk yang direkomendasikan teman untuk mengatasi keluhan tersebut ya Mama’s Choice Dry Serum Deodorant.

Namun sebelum mengulas produk tersebut, perlu diketahui apa saja penyebab ketiak hitam yang dialami ibu hamil maupun menyusui. Ada beberapa faktor diantaranya :

-          Peningkatan hormon. Pada masa tertentu kehamilan, produksi hormon estrogen menjadi meningkat. Sehingga memicu peningkatan produksi melanosit yaitu sel yang menghasilkan melanin.

-          Hiperpigmentasi. Salah satu penyebab ketiak hitam yang paling umum. Hal itu terjadi karena kulit memiliki kelebihan pigmen melanin. Melanin yang menumpuk menimbulkan bintik atau bercak coklat pada kulit.

-          Iritasi atau Peradangan. Gesekan ketiak pada pakaian ketat bisa memicu iritasi peradangan kulit. Bisa juga ibu hamil yang tidak memperhatikan kandungan deodorant yang mengandung paraben, alkohol maupun zat kimia lainnya.

-          Mencukur Ketiak. Sebaiknya ibu hamil menghindari kebiasaan mencukur ketiak, karena mencukur tidak mencabut rambut ketiak dari akarnya. Folikel rambut yang tersisa dan terlihat dibawah permukaan akan membuat kulit tampak lebih gelap.

-          Kumpulan Sel Kulit Mati. Saat hamil keringat akan berlebih, apalagi di area lekukan dan lipatan macam ketiak, sehingga kalau tidak dibersihkan dan scrubbing secara rutin, kumpulan sel kulit mati akan menumpuk sehingga kulit jadi kusam. Kalau kulit ketiak kurang perawatan jadi tampak kering, pecah-pecah atau mati sehingga ketiak ajdi hitam dan kusam.

Review Mama’s Choice Dry Serum Deodorant, Mengatasi Ketiak Hitam, Keringat Berlebih dan Bau Badan

deodorant tanpa alumunium


Sebelum menikah dan hamil, saya termasuk orang yang jarang pakai deodorant. Salah satu alasannya karena bahan yang digunakan kebanyakan mengandung bahan kimia. Pernah mencoba salah satu produk deodorant tapi efeknya bukan bikin ketiak cerah malah iritasi yang ada dan membekas di pakaian.

deodorant tanpa alumunium


Tapi berdasarkan hasil poling pada sebuah aplikasi The Asiant Parent pada Oktober 2021, sebanyak 72% memilih menggunakan deodorant untuk mengatasi permasalahan ketiak hitam, keringat berlebih dan bau badan. Sisanya sebanyak 28% ibu hamil memilih tidak menggunakan deodorant karena takut akan bahan yang mengandung kimia dan bisa membahayakan kesehatan janinnya.

Namun para mom’s yang sedang hamil maupun menyusui tak perlu khawatir karena produk Mama’s Choice Dry Serum Deodorant tidak mengandung bahan yang berbahaya atau alumunium.

  1. Kandungan Mama’s Choice Dry Serum Deodorant

Produk deodorant ini mengandung bahan alami, halal dan sudah teruji dermatologically tested. Kandungan utamanya terdiri dari :

●        CareMag ( Dead Sea Mineral) merupakan antiperspirant alami yang dapat mengurangi keringat berlebih.

●        Niacinamide. Zat yang sudah terkenal dan efektif mencerahkan ketiak yang gelap.

●        Lemon Extract. Kandungan ini kaya akan vitamin untuk menutrisi kulit.

 

  1. Kemasan Mama’s Choice Dry Serum Deodorant

deodorant tanpa alumunium


Kemasan produk deodorant yang ada di pasaran biasanya berbentuk roll on begitu kan? Nah, kalau produk Mama’s Choice Dry Serum Deodorant dikemas dalam bentuk tube dengan ukuran 50 ml. Dilengkapi dengan tutup ulir dan aplikator untuk mengeluarkan produknya. Menurut saya ini lebih praktis dan gak berat dibawa kemana saja karena terbuat dari plastik. Oh iya, kemasannya dominan warna putih dan pink, serta dilengkapi dengan informasi produk mulai ingredients, expired date, nomor POM NA, perusahan pembuat hingga cara pemakaian.

 

  1. Tekstur dan Klaim Mama’s Choice Dry Serum Deodorant

deodorant tanpa alumunium


Tekstur produknya berupa serum putih susu yang ringan, mudah meresap, cepat kering dan tidak lengket serta tidak meninggalkan noda. Aroma produk deodorant ini pun tidak menyengat karena terbuat dari bahan alami ya, bahkan saya mencium aroma lemon extract. Ini nih yang jadi kelebihan produk deodorant Mama’s Choice.

 

  1. Harga. Sewaktu membeli produk Mama’s Choice Dry Serum Deodorant harganya cukup terjangkau   menariknya lagi mumpung ada diskon. Harganya Rp.79.000/50 ml dari harga normalnya Rp. 110.000 . atau bisa juga dapatkan Mama’s Choice Dry Serum Deodorant lebih hemat di sini.

 

Cara Pemakaian Mama’s Choice Dry Serum Deodorant


deodorant tanpa alumunium



Untuk cara pemakaian produk ini sebagai berikut :

-          Sebaiknya dikocok terlebih dahulu sebelum digunakan

-          Keluarkan produk serum secukupnya, lalu ratakan pada ketiak dengan aplikator

-          Gunakan pada ketiak yang bersih dan sebelum beraktivitas

Bagaimana? Cukup mudah kan. Saya memakai produk ini untuk beberapa waktu sehingga belum terlihat jelas perubahannya sehingga saya harus lebih rutin memakainya. Jadi #KurangiWorry masalah ketiak hitam, keringat berlebih maupun bau badan karena Mama’s Choice Dry Serum Deodorant solusi mengatasi permasalan tersebut.

Teman-teman yang tertarik dengan produk ini bisa banget lho kunjungin website resmi Mama’s Choice www.mamaschoice.id maupun akun sosmed di @mamaschoiceid

Yuk, jaga dan rawat ketiak hitam biar cerah, tetap kering dan halus dengan Mama’s Choice Dry Serum Deodorant karena mom’s berhak  #MamaNaturalGlow.

 

 

 

 

 

 

 

Karpet Bulu Rasfur 109 Pillow

 

109 pillow karpet bulu rafsur

Sebagai seorang ibu rumah tangga saya suka menghias rumah atau istilah kerennya itu home decor. Siapa sih yang nggak suka melihat rumahnya bersih dan indah? Bukan hanya istri, suami kita pun pasti juga senang melihatnya. Bayangin kalau kita tinggal di rumah yang kotor dan tidak menarik, suasana hati pasti juga akan terbawa jadi tidak baik. Bahkan orang pun juga pasti segan dan enggan untuk bertamu.

5 Manfaat di Balik Keseruan Game Hidden Object

solitaire.org

Game kini tidak hanya hadir untuk memberi kesenangan semata. Ada banyak pilihan game yang ternyata memberi manfaat. Salah satu contohnya adalah game hidden object dimana pemain harus mencari objek tersembunyi dari sebuah latar belakang lokasi tertentu. Game seperti ini bisa ditemui di Solitaire.org dan tersedia dalam berbagai pilihan.

Memperingati Hari Menanam Nasional bersama Petani Milenial

 

petani milenial

Kegiatan berkebun bukanlah hal baru bagi saya, karena sejak kecil sudah sering berurusan sama tanaman. Almarhumah nenek saya seorang petani di lereng gunung Lawu yang saat saya kecil selalu diajak ke sawahnya. Almarhumah Nenek mengerjakan sawahnya sendiri, mulai dari menanam bibit padi hingga memanennya. Saya biasanya membantu dengan ikut turun ke sawah tapi tentu saja lebih banyak bermainnya sih hehehe. Kenangan masa kecil itu yang membuat saya akhirnya menyukai dunia tanam menanam. Namun sayangnya kedua orang tua saya tidak ada yang mengikuti jejak Almarhumah Nenek menjadi petani.

Menyukai Dunia Cocok Tanam sejak Kecil




Walaupun begitu, passion di dunia tanam-menanam itu tidak bisa saya pendam lama-lama. Saat remaja dan masih tinggal di desa Popoh, Blitar saya menyalurkan hobi bercocok tanam di halaman dan tanah pekarangan rumah orang tua. Beberapa jenis tanaman saya tanam mulai dari bunga, umbi-umbian hingga buah. Kebetulan juga setiap halaman rumah di desa pasti ditanami pohon berbuah, kalau di Blitar yang khas itu menanam pohon Rambutan, Belimbing dan Mangga. Kalau di rumah saya ditanami pohon Rambutan dan Mangga. Alhamdulillah setiap tahun kedua pohon ini selalu berbuah.

Setelah saya menikah dan memiliki rumah sendiri, saya lebih totalitas lagi dalam berkebun. Namun karena lahan di kota terbatas sehingga pilihan saya jatuh pada tanaman hias dan tanaman buah yang berukuran kecil. Kaktus, Suplir, Keladi dan Monstera (Janda Bolong), Cabai dan Tomat adalah tanaman yang mengisi kebun kecil yang berada di depan rumah kami. Hanya ada 1 tanaman pohon berbuah besar yang tumbuh di kebun kami yaitu Mangga namun sampai sekarang tidak kunjung berbuah. Malah hamanya yang banyak, saya dan suami sampai nggak tahu musti bagaimana lagi merawatnya. Untuk tanaman hias yang bentuk atau motif daunnya indah dan berukuran kecil, saya menaruhnya di dalam rumah agar suasana jadi lebih asri dan sejuk.

Karena penasaran kenapa pohon mangga di rumah berhama mulu dan susah berbuah, saya pun berusaha mencari informasi di internet. Pencarian itu berakhir di demfarm.id, sebuah website yang menyajikan berbagai macam pengetahuan dan informasi tentang pertanian Indonesia, tips bercocok tanam, hingga orang-orang yang telah sukses menjadi petani.

Mengenal Demfarm

Demfarm berasal dari semangat positif yang berkelanjutan untuk bersama-sama mewujudkan kemajuan pertanian Indonesia melalui konten edukatif dan informatif tentang pertanian, pupuk, pertanian, dan info pangan. Demfarm juga mengulas dari sisi petani sukses atau UMKM pengolah makanan untuk menginspirasi para pembaca. Demfarm juga memiliki komitmen yang berani untuk mencoba menghadirkan konten yang segar dan baru serta aktif menyelenggarakan program-program yang mendukung industri pertanian.

Salah satu program yang saya sukai di Denmfarm adalah Urban Farming. Program ini related banget dengan saya yang hidup di kota dengan lahan terbatas namun tetap ingin berkebun. Tujuan dari Urban Farming sendiri adalah mengajak masyarakat untuk bisa memanfaatkan lahan sekitar atau lahan terbatas untuk kebutuhan pangan dan tanaman, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun sebagai profesi dan bisnis.

Hari Menanam Pohon Nasional




Nah pada tanggal 28 November 2021 yang lalu, Demfarm menggelar talk show bertema “Cerita Petani Millennial, Mendapat Berkah dari Kebun”. Event yang menghadirkan 100 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari blogger, journalist, dan masyarakat umum di wilayah Indonesia ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Menanam Pohon Nasional. Talk show ini menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang yang berbeda, diantaranya Soraya Cassandra selaku Founder Kebun Kumara, Adrian R.D. Putera selaku Project Manager Program Makmur PKT dan Iqbal sebagai perwakilan petani milenial binaan PKT.

Goals dari event ini adalah meningkatkan minat generasi muda di bidang pertanian, dimulai dengan bercocok tanam dari rumah. Sehingga dengan munculnya minat tersebut, ke depan akan lahir petani-petani millennial yang sukses memajukan sektor pertanian Indonesia. Seperti kita ketahui dunia pertanian Indonesia sedikit ironis, sejak dulu kita dikenal sebagai negara agraris namun sekarang kita malah mengimpor beras.

Sebagai simbolis peringatan Hari Menanam Pohon Nasional, sebelum acara dimulai kami melakukan ceremonial virtual tree planting. Sebelum mengikuti acara ini, para peserta sudah mendapatkan gardening kit yang berisi media tanam, beberapa jenis benih, semprotan spray, pot, sekop serta alat berkebun lainnya.

Seru dan unik seremonial online ini, kami memulai dengan menanam benih bersama dengan memanfaatkan gardening kit yang sudah dikirimkan. Peringatan hari menanam pohon ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran di dalam diri kita untuk berperan dalam menjaga dan melestarikan alam dengan menanam baik itu pohon, tanaman hias atau pun tanaman lainnya. FYI, meskipun hanya 1 pohon namun bisa memberikan sumbangsih dalam pelestarian alam dan menyumbang oksigen alami.

Kisah Sukses Petani Milenial

Saya dapat banyak sekali ilmu dan insight baru tentang dunia pertanian lewat event keren ini. Misalnya saja dari narasumber Mbak Soraya Cassandra yang merupakan Founder Kebun Kumara. Sandra berbagi tips berkebun agar terhindar dari hewan-hewan liar yang mengganggu tanaman. Misalnya untuk jenis serangga, Sandra menyarankan untuk menanam tumbuhan pengalih, seperti tanaman bunga basil, kemangi atau tanaman berdaun wangi lainnya.

“Suka duka berkebun itu ya salah satunya gangguan serangga. Tapi kalau belum besar intervensinya itu nggak apa-apa, itu tandanya kebun kita sehat. Tapi kalau intervensinya sudah besar dan tidak seimbang apalagi merugikan, kita bisa tanam tanaman ngalih. Sementara untuk hewan yang lebih besar dan perusak seperti tikus, tutup semua jalan masuknya,” katanya.

Sandara juga mengajak masyarakat untuk menjadi “petani milenial” dimulai dengan membuat kebun di rumah sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Motivasi Sandra membuat Kebun Kumara adalah untuk mengajak lebih banyak teman Gen Z untuk memulai langkah kecil menjadi petani milenial di rumah sendiri dan membiasakan diri melakukan kebaikan untuk diri sendiri dan bumi.

Sementara itu Iqbal petani binaan PKT berbagi kisah suksesnya sebagai petani milenial. Di era yang serba digital ini, mau nggak mau kita harus menyesuaikan diri dengan kemajuan dan perkembangan teknologi. Termasuk juga di dunia pertanian.

Iqbal menuturkan bahwa menjadi petani adalah suatu pengabdian karena selain ketekunan, regenerasi juga dibutuhkan. Apalagi, kehadiran modernisasi turut memberi peluang besar untuk digarap generasi milenial demi mengambil ceruk pasar yang sangat potensial lewat inovasi dan terobosan segar.

Iqbal juga mengatakan modal dasar menjadi petani adalah ilmu. Mulai dari mengetahui strategi, pasar, dan mengadopsi teknologi pertanian. Sehingga bertani tidak lagi menjadi pekerjaan yang berat semata.

“Jadi petani awalnya kita harus tau pasarnya. Punya strategi sejak awal. Jika kita paham dengan teknologi pertanian, kita lebih mudah dapat peluang untuk sukses, ini jadi latar belakang saya memilih menjadi profesi sebagai petani, kan tujuan dari kerjaan profit,” katanya.

Dari keterangan Iqbal dalam acara Demfarm tersebut, dalam satu tahun ia bisa melakukan empat kali panen dengan masa tanam selama 60 hari. Saat ini, kelompok tani milenial Iqbal berjumlah 100 petani.

Oke teman-teman, itulah tadi sharing pengalaman saya mengikuti acara talk show bertema “Cerita Petani Millennial, Mendapat Berkah dari Kebun”. Saya jadi lebih bersemangat untuk merawat kebun mini di depan rumah. Ke depannya saya ingin mengubah komposisi tanaman di kebun dengan memperbanyak tanaman yang bisa dikonsumsi sehari-hari. Selain hasilnya untuk diri sendiri, bisa juga dibagi dengan kerabat atau sahabat yang membutuhkan.